Nias Selatan, mataberita.net_Desa Lagundri, Kecamatan Luahagundre, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, diterjang banjir besar. Peristiwa tersebut membuat warga kembali mempertanyakan kondisi infrastruktur lingkungan, terutama sistem drainase dan parit yang dinilai belum mampu mengantisipasi derasnya aliran air.
Di tengah kondisi tersebut, seorang warga berinisial HM menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan pemerintah di wilayah Nias Selatan.
Menurut HM, pekerjaan dan penanganan infrastruktur selama ini dinilai kurang memperhatikan persoalan parit dan saluran air, yang dianggap menjadi salah satu faktor penting ketika hujan deras melanda.
Banjir Besar Bikin Warga Cemas
Banjir yang menerjang kawasan Desa Lagundri membuat masyarakat harus menghadapi genangan air dalam jumlah besar.
Situasi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga kembali memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan infrastruktur menghadapi curah hujan tinggi.
Warga berharap penanganan banjir tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan seperti perbaikan drainase, normalisasi parit, dan memastikan saluran air mampu menampung debit hujan.
Warga Soroti Pekerjaan Infrastruktur
“HM menilai persoalan parit seharusnya menjadi perhatian serius dalam pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur,” sebutnya pada Senin (7/09/26).
Ia mempertanyakan apakah pekerjaan yang selama ini dilakukan sudah benar-benar mempertimbangkan kondisi lapangan, terutama jalur aliran air di sekitar permukiman masyarakat.
Menurutnya, parit yang tidak memadai atau kurang terawat dapat membuat air hujan meluap dan menggenangi wilayah warga.
Keluhan tersebut kini menjadi sorotan karena masyarakat menginginkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap keselamatan dan kenyamanan warga.
Tonton Videonya : https://www.facebook.com/share/r/1DMLjPkkTW/
Kepala UPTT 26 Nias Selatan Ikut Disorot
Dalam keluhannya, HM juga menyoroti Kepala UPTT 26 Nias Selatan, Balai Kementerian Pekerjaan Umum, terkait penanganan infrastruktur yang menurutnya masih belum maksimal.
Namun, penilaian tersebut merupakan keterangan dan kekecewaan dari warga, sehingga diperlukan penjelasan dari pihak terkait untuk mengetahui kondisi sebenarnya serta langkah yang telah dan akan dilakukan.
Publik pun menunggu respons dari pemerintah daerah maupun pihak Balai Kementerian PU mengenai kondisi infrastruktur di kawasan yang terdampak banjir.
Publik Bertanya: Mengapa Parit Selalu Jadi Persoalan?
Banjir di Lagundri kembali membuka pertanyaan lama tentang pentingnya sistem drainase yang memadai.
Ketika hujan deras turun, ke mana air harus mengalir?
Pertanyaan sederhana tersebut menjadi sangat penting ketika saluran air tidak mampu menampung atau mengarahkan aliran air dengan baik.
Karena itu, warga berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi parit, drainase, gorong-gorong, dan jalur aliran air di kawasan rawan banjir.
Warga Minta Pemerintah Turun Langsung
Di tengah banjir yang terjadi, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga mencari solusi jangka panjang.
Perbaikan parit dan drainase dinilai harus menjadi bagian penting dari pencegahan banjir, bukan sekadar dilakukan ketika air sudah meluap ke permukiman.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah pemerintah setelah banjir menerjang Desa Lagundri.
Warga ingin jawaban, pemerintah dituntut bergerak, dan persoalan parit tidak boleh kembali diabaikan jika memang terbukti menjadi salah satu titik masalah di lapangan.




