Jakarta, mataberita.net— Kekayaan Direktur Jenderal Bea Dan Cukai alias bos Bea Cukai, Askolani jadi sorotan terkait dengan kasus viral beli sepatu seharga Rp 10 juta tapi kena pajak Rp 31 juta.
Lantas dengan hal itu, Askolani ikut buka suara terkait pajak Rp 31 juta. Ia menjelaskan, besaran tarif bea masuk serta pajak atas importasi barang dilakukan secara transparan dengan menentukan terlebih dahulu nilai kepabeanan barang yang diimpor secara online.
“Sehingga berapapun nilai (barang impor) yang dimasukkan oleh PJT (perusahaan jasa titipan) akan langsung dihitung bea masuknya secara otomatis,” kata dia pada Jumat (26/4).
Menurutnya kesalahan input data nilai pabean justru bakal dikenakan sanksi administrasi berupa denda, sebab mengakibatkan adanya kekurangan pembayaran bea dan pajak, sebagaimana terjadi pada kasus pembelian sepatu sepak bola yang belakangan ramai. “Kalau pun nanti memasukkannya angkanya salah, maka perhitungan kepabeanannya juga bisa salah perhitungannya,” kata Askolani.
Apabila PJT salah memasukan nilai pabean barang, Askolani menyebutkan, konsumen bisa memberikan informasi kepada Bea Cukai terkait ketidaksesuaian nilai barang kiriman. “Kalau ada salah hitungan, maka kita minta PJT mengoreksi perbaikan angkanya,” tutur Askolani.
Terkait kasus viral sepatu seharga Rp 10 juta dengan permasalahan impor sepatu sepak bola. Ia sebut Bea Cukai telah memfasilitasi pembahasan antara konsumen dengan PJT terkait, yakni DHL. “Masalah sepatu kemarin, sudah kita bantu, kita selesaikan,” katanya.
Nah ini dia rincian kekayaan bos Bea Cukai. Seperti yang dilansir mataberita.net di laman elhkpn, kekayaan Askolani mencapai Rp 51 miliar.
Berikut rinciannya.
Berupa tanah dan bangunan Rp. 17.002.044.000
- Bangunan Seluas 36 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 28 m2/28 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT , HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 34 m2/34 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 450.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 272 m2/113 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 2.950.000.000
- Tanah Seluas 312 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 1.908.060.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 208 m2/350 m2 di KAB / KOTA JAKARTA BARAT , HASIL SENDIRI Rp. 3.598.704.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 153 m2/250 m2 di KAB / KOTA JAKARTA BARAT , HASIL SENDIRI Rp. 1.500.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 377 m2/250 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA BARAT , HASIL SENDIRI Rp. 5.695.280.000
BACA JUGA : Anggaran Kementerian Dipakai Buat Flexing Keluarga
Alat Transportasi dan Mesin Rp. 1.323.000.000
- MOBIL, ALPHARD 2.5G AT AL30GA/T10 Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 895.000.000
- MOBIL, NISSAN X-TRAIL 2,5 A/T Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 203.000.000
2022 - MOBIL, JEEP AUDI QS 2.0 TFSI AT Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 225.000.000
- HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 1.170.000.000
- SURAT BERHARGA Rp. 19.529.101.450
- KAS DAN SETARA KAS Rp. 12.063.495.388
- HARTA LAINNYA Rp. 1.174.842.084
Sub Total Rp. 52.262.482.922
Hutang Rp. 390.090.300
Total Harta Kekayaan (II-III) Rp. 51.872.392.622