MATABERITA.NET, Banten- Sekretaris tim pemenangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi, Asep Rahmatullah mengatakan bahwa timnya sedang mengumpulkan alat bukti untuk menggugat hasil pilkada Banten 2024 ke Mahkamah Konstitusi.
“Kami mengumpulkan seluruh data dan temuan. Itu akan kami jadikan sebagai basis data untuk mengambil langkah, seperti gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” sebut Asep pada Senin (2/12).
Asep menyebut, bukti yang dikumpulkan terkait dengan dugaan pengerahan aparat penegak hukum dan kepala desa. Ia menuding kepolisian dan kejaksaan digunakan untuk menekan gerak-gerik tim pemenangan Airin-Ade sepekan menjelang pencoblosan.
Faktor itulah kata Asep yang membuat perolehan suara Airin-Ade berbanding terbalik dengan survei elektabilitas menjelang pemilihan.
“Hasilnya perolehan suara di pilkada Banten sangat anomali. Semua lembaga survei menyatakan kami unggul, tetapi di perolehan suara berbeda,” tegas Asep.
Tonton Juga :
Polisi Terciduk
Dalam hitungan quick count atau hitungan cepat diberbagai lembaga survei Airin-Ade kalah telak oleh Andra-Dimyati.
Andra-Dimyati yang diusung Partai Gerindra dan delapan partai politik lain unggul dengan suara 57,52 persen, sedangkan Airin-Ade diusung oleh Golkar dan PDIP hanya meraih 42,48 persen. Angka tersebut tidak sesuai dengan hasil survei sebelum hari pencoblosan yang menunjukkan keunggulan elektabilitas Airin. Lembaga Survei Indonesia pada Agustus 2024 elektabilitas Airin mencapai 77 persen.
Asep menyebut rencana menggugat hasil pilkada Banten tersebut nantinya akan diputuskan oleh Airin dan tim hukum pemenangan. Keputusan akan menggugat atau tidak dikembalikan kepada Airin dan Ade. “Nanti tim akan memberikan pertimbangan dan itu akan diputuskan,” ujarnya.
Peran kepala desa dalam pemenangan Andra-Dimyati diakui oleh Ketua Umum Desa Bersatu Muhammad Asri Anas.
Menurut Asri, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia, yang merupakan salah satu elemen organisasi Desa Bersatu, sempat berjumpa dengan Andra-Dimyati dan ikut membantu pemenangan dalam sebulan sebelum hari pemilihan.