Makassar, mataberita.net — Seorang polisi di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman. Dua pelaku pengeroyokan tersebut berhasil ditangkap.
“Iya benar, dua orang sudah kita tangkap. Jumlah pelaku ada 9 orang, sementara dalam pengejaran 4 orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu,” tutur Kapolsek Poasia, AKP Jumiran, pada Sabtu (03/08/2024).
Kedua pelaku, H dan A bersama temannya, menganiaya anggota polisi berinisial TH (22) dan pemilik warung makan AM (30) di Jalan AH Nasution, Kecamatan Kambu, Kendari, pada Kamis (01/08/2024) malam.
“Kejadiannya itu subuh, pemilik warung dan anggota (korban). Anggota baru pulang patroli, dia lapar, biasakan kalau patroli malam sampai subuh, dia rasa lapar, makanya dia singgah makan,” ujarnya.
BACA JUGA : Kerugian Pengelola Restoran KFC Indonesia Membengkak
Jumiran menyebut saat korban sedang makan, komplotan pelaku datang dan kemudian memesan makan. Tetapi, para pelaku yang berjumlah 9 orang ini tidak mau membayar makanannya, lalu menyuruh anggota polisi membayar makanan mereka.
“Komplotan mereka, namanya preman habis apakah, habis mabuk toh, singgah lah di warung itu. Yang masuk ke dalam warung itu melakukan aksi 4 orang. Kita masih mengejar 4 pelaku yang melakukan aksi itu secara langsung (yang keroyok anggota), yang lainnya itu tidak masuk dalam warung, tapi ada di lokasi,” imbuhnya.
Setelah berhasil diamankan dan dilakukan pemeriksaan, kata Jumiran, terungkap pelaku inisial H ini merupakan pelaku pengeroyokan terhadap anggota polisi di Raha, Kabupaten Muna, Sultra beberapa waktu lalu.
“H ini juga pernah menganiaya anggota Polisi di Raha, ada laporan polisinya. Dia itu selalu pakai atribut Kopassus, sering sekali pakai atribut Kopassus, mau dibilang anggota Kopassus, semau-semaunya dia mau prank anggota. umurnya rata-rata sudah tua,” pungkasnya.