Jakarta, mataberita.net — Manajer Ducati Davide Tardozzi mengakui perasaannya campur aduk melihat performa Pecco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP Amerika 2025 akhir pekan lalu.
Bagnaia yang sempat kesulitan menarik keluar kemampuan Ducati Desmosedici GP25 di dua seri awal bisa keluar sebagai pemenang. Bagnaia menunjukkan kemampuan terbaiknya di Sirkuit COTA.
Tetapi di sisi lain, Marc Marquez yang masih mencatat rekor 100 persen menang hingga sprint race MotogGP Amerika harus gigit jari. Marquez mengalami kecelakaan ketika sedang memimpin balapan.
BACA JUGA : Bulog Serap 725 Ribu Ton Gabah Petani
“Ini perasaan yang campur aduk, menangis di satu sisi, tersenyum di sisi lain. Saya sudah berbicara dengan Marc. Dia meminta maaf. Dia membuat kesalahan namun hal seperti ini bisa saja terjadi.”
“Bagaimanapun, di siis lain, kami sangat bahagia untuk Pecco, yang berhasil menemukan kecepatannya kemnbali,” tutur Tardozzi seperti dikutip dari Crash.
Berkaca pada penampilan di MotoGP Amerika, Tardozzi memasang target Ducati bisa finis 1-2 di MotoGP Qatar. Saingan terberat adalah Alex Marquez yang saat ini jadi pemuncak klasemen sementara MotoGP 2025.
“Mari melangkah ke Doha dengan percaya diri dan membidik posisi 1-2.”
“[Kemenangan Bagnaia di MotoGP Amerika] berarti dia harus bertarung dengan Alex di balapan berikutnya. Dan saya bertepuk tangan untuk Alex karena dia memimpin klasemen dan ia layak mendapatkannya. Dia juga bisa bertarung dengan Marc memperebutkan kemenangan seri,” kata Tardozzi.
Alex Marquez memimpin klasemen dengan koleksi 87 poin, unggul satu angka atas Marc Marquez. Bagnaia ada du posisi ketiga dengan catatan 75 poin.