Mimika, mataberita.net — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Papua Anthonius M. Ayorbaba meninjau Kantor Imigrasi (Kanim) Mimika pada Kamis (12/09/2024). Yang mana dibangun dengan APBD Mimika sebesar Rp 45.826.359.000 atau sekitar 45 Miliar Rupiah pada tahap pertama. Ini berlokasi di jalan Cendrawasih Mimika (samping Gedung DPRD).
BACA JUGA : Yukz Tanya : Pernikahan Beda Agama Dianggap Tradisi Biasa, Boleh Kan?
Selain Kakanwil, adapun juga dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah Petrus Yumte, Kepala Dinas PUPR Dominggus Robert H. Mayau, Jajaran Pejabat Pemerintah Daerah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika Mohammaf Sofani dan Pejabat Administrator pada Divisi Keimigrasian Kanwil Papua. Ini dilaksanakan dalam rangka Pelaksanaan Fungsi Pembinaan dan Pengawasan Unit Pelaksana Teknis (Upt). Ayorbaba melakukan peninjauan langsung proyek pembangunan gedung Kanim Mimika.

Dalam kegiatan, Kepala Kanwil (Kakanwil) didampingi Kepala Bidang Zinfokim Divisi Keimigrasian Papua, Kepala Kanim (Kakanim) dan Kepala Lemabaga Pemasyarakatan (Kalapas) Mimika melakukan peninjauan dan pengawasan kontruksi dan struktur desain pembangunan. Setelah melakukan peninjauan langsung Kakanwil diterima Kepala Dinas PUPR di Ball Room Grand Tembaga Hotel. Dominggus melaporkan progres pembangunan dan kendala yang dihadapi pada pembangunan.

Adapun kendala tahap pertama berupa pembuatan pondasi dan tiang pancang. Karena kondisi cuaca dan kondisi struktur lahan yang berair. Sehingga merubah kontruksi pondasi dari perencanaan semula. Dalam tanggapan, Kakanwil berharap. Dalam pelaksanaan proyek pembangunan dapat mengakomodir Kontraktor – Kontraktor orang asli Papua yang memiliki kualifikasi baik. Hal ini dengan harapan dapat memberi peluang dan lapangan pekerjaan bagi orang asli Papua.

Untuk pekerjaan pilar depan model V akan dilakukan perubahan sesuai pedoman pola bangunan Kantor Imigrasi yang telah ditetapkan. Progres pekerjaan saat ini terealisasi 2,14 persen. Ini diakibatkan karena ada pekerjaan yang sudah dilakukan. Akan tetapi perlu dilakukan Addendum. Lokasi di sekitar pembangunan memiliki sumber mata air. Sehingga adanya perubahan gambar dan konstruksi dari fondasi bangunan yang digunakan.

Curah hujan yang tinggi pun mempengaruhi pekerjaan. Sehingga pelaksana melakukan beberapa skema pekerjaan saat cuaca cerah dab panas termasuk penambahan tenaga kerja.