Jakarta, mataberita.net — Istimewa dan penuh harapan, begitu pentingnya peran doa dalam momen Hari Raya Idul Fitri. Hari kemenangan ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga waktu yang penuh makna spiritual. Setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan, doa menjadi cara utama untuk mengungkapkan rasa syukur atas kekuatan, kesabaran, dan kesempatan yang telah diberikan. Kondisi hati yang lebih bersih dan dekat dengan Allah membuat doa lebih tulus dan penuh harap.
Demikian diungkapkan oleh Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional Dr. Gunalan, A.P., M.Si. Dia sekaligus juga turut memberikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H/2026 Masehi. “Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadhan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Mohon Maaf Lahir dan Batin atas segala Kekhilafan dan Kesalahan Kami,” ungkapnya.
“Semoga Allah senantiasa memberikan Kesehatan, Umur Panjang, Kesuksesan yang Barokah dan Kita dapat bertemu lagi di Bulan Ramadan yang akan datang 1448H/2027 Masehi. Aamiin Ya Allah Yaa Robbal Aalamiiin,” doa terpanjat dari Plt. Deputi tersebut.
Perlu diketahui, Umat Islam berdoa agar seluruh ibadah selama Ramadan seperti puasa, zakat, dan tarawih diterima oleh Allah. Momen Idul Fitri diyakini sebagai waktu yang baik untuk memohon hal ini. Doa di Hari Raya juga berkaitan dengan saling memaafkan. Dengan doa, seseorang memohon hati yang bersih, keikhlasan, dan hubungan yang lebih baik dengan sesama. Selain melihat ke belakang (bulan Ramadan), doa juga menjadi sarana memohon keberkahan, petunjuk, dan kebaikan untuk kehidupan ke depan.
Di tengah suasana bahagia, doa menjaga agar hati tetap terhubung dengan Allah, sehingga makna spiritual Idul Fitri tidak hilang dalam kemeriahan. Berdoa pada hari raya merupakan bagian dari amalan yang dianjurkan dalam Islam, sehingga memperkuat nilai-nilai keimanan dan tradisi yang diwariskan. Meskipun tidak spesifik hanya di Idul Fitri, ada waktu-waktu yang dikenal mustajab berdoa, seperti setelah Salat Fardhu, diantara adzan dan iqamah, saat sujud dan di sepertiga malam terakhir. Jika berdoa pada waktu-waktu ini di hari Idul Fitri, peluang dikabulkan tentu lebih besar.

Terlebih lagi, tradisi saling memaafkan saat Idul Fitri membuat hati lebih lapang. Kondisi ini sangat mendukung terkabulnya doa karena jauh dari rasa dendam dan iri. Ini tidak gamblang dijelaskan dalam Firman Allah SWT yang tertuang dalam Al Quran. Akan tetapi QS. Al Baqarah ayat 186 yang melanjutkan keterangan dari ayat-ayat sebelumnya menerangkan. “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu…”




