Lombok, mataberita.net — Puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam ajaran Islam, puasa memiliki makna yang sangat dalam secara spiritual, moral, dan sosial. Ini memiliki banyak hikmah dan keutamaan. Hal tersebut ditekankan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M. yang merupakan Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (SesDep Prokerma BGN) lewat berbagi dalam Buka Bersama (Bukber) di kediamannya. Dia pun menghadirkan tausiah dari Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat TGH Taisir Al Azhar, L.C., M.A.

Tausiah yang diangkat yakni hikmah dan keutamaan puasa sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan pengendalian diri. TGH Taisir Al Azhar menyampaikan. Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan empati kepada sesame dan menjadi jalan memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT. Adapun tujuan utama puasa adalah membentuk manusia yang bertakwa. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Yang mana menyebutkan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi orang yang bertakwa. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, seseorang belajar mengendalikan diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.
BACA JUGA : Happy Birthday! From Postman Dream to Cabinet Post : Indonesia Minister Agus Andrianto’s Unusual Path
Puasa mengajarkan seseorang untuk bersabar, menahan amarah, dan mengendalikan keinginan. Ini melatih mental agar lebih kuat menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan sehari-hari. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad, orang yang berpuasa dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Ini menjadi kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Disamping itu, ketika merasakan lapar dan haus, seseorang akan lebih memahami penderitaan orang-orang yang kekurangan. Hal ini mendorong munculnya rasa empati, kepedulian, dan keinginan untuk berbagi kepada sesama.

Puasa pula adalah ibadah yang sangat personal. Walaupun tidak ada orang yang melihat, seseorang tetap menahan diri karena sadar bahwa Allah selalu mengetahui. Ini melatih kejujuran dan integritas. Selain manfaat spiritual, puasa juga memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat dari pola makan yang terus-menerus, membantu metabolisme, dan menyeimbangkan sistem pencernaan. Puasa pun dapat memperlambat proses penuaan melalui proses detoksifikasi dan regenerasi sel. Dalam hadis Qudsi disebutkan bahwa puasa memiliki pahala yang istimewa, bahkan Allah sendiri yang akan memberikan balasannya.
Hal demikian menunjukkan betapa mulianya ibadah puasa. Begitu dalam makna berpuasa Ramadan, maka ini menjadi momentum tepat bagi Brigjen Pol. Lalu untuk berbagi sebagai bentuk apresiasi atas sinergitas yang selalu mewarnai kesehariannya. Sehingga diimplementasikan dalam pertemuan Buka Bersama. Tidak kurang dari 40 Jurnalis hadir dalam pertemuan tersebut. Ini sekaligus juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi baik Organisasi Pers, Pemilik Perusahaan Pers hingga Keredaksian Pers.

Polisi Bintang Satu ini pun menilai. Peran Pers sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat literasi publik. Dia pun lantas berterima kasih kepada Pers karena telah memberikan banyak kontribusi dalam implikasi pemberitaan kepada publik terutama masyarakat luas.




