Jakarta, mataberita.net- Hebatnya mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo alias SYL (Mentan) disebut memasang tarif Rp 10 juta saat menjadi narasumber di Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan). Hal ini diungkap Wisnu eks Sekretaris Badan Karantina Kementerian Pertanian didalam sidang kasus korupsi SYL.
“Kalau ada kegiatan Pak Menteri honornya Rp 10 juta di internal Karantina,” katanya Wisnu saat bersaksi di pengadilan.
Kepada Jaksa Penuntut Umum, Wisnu mengakui nominal tersebut di atas ketentuan yang berlaku. Fee Rp 10 juta memang khusus untuk Syahrul.
“Mengetahui (di atas ketentuan), dari Panji kalau untuk Pak Menteri Rp 10 juta,” kata Wisnu.
Dalam sidang sebelumnya, Bendahara Pengeluaran Direktorat Jenderal Prasarana Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Puguh Hari Prabowo menyebut dirinya juga pernah diminta untuk membayar honorarium seminar Syahrul sebesar Rp 10 juta per kegiatan.
Puguh menyebut permintaan itu berasal dari Bagian Umum Kementerian Pertanian.
Baca Juga : Menteri Paksa Anak Buah Minta Dibelikan Iphone Rp34jt Pakai Uang Kementerian
Sebagai bendahara, Puguh menyebut anggaran honorarium selalu disiapkan maksimal Rp 4 juta sesuai aturan institusi itu. Jumlah itu disebut dari anggaran Rp 2 juta per jam bagi pembicara setingkat menteri.
“Anggaran ada, tapi tidak sebesar itu. Yang diminta Rp 10 juta per kegiatan. Tidak sesuai aturan yang berlaku,” sebut Puguh.
Adapun Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyebut honorarium untuk Syahrul Yasin Limpo diberikan saat mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi sekaligus mengisi sosialisasi pertanian di Wonosobo. Selain itu, Syahrul disebut juga meminta honor Rp 10 juta saat sosialisasi pertanian di Makasar pada 2022 silam.
Puguh tak bisa mengelak ketika diminta atasannya untuk menyiapkan honor yang melebihi batas itu.
“Hanya diperintah menyiapkan, saya siapkan,” kata Puguh.
Sementara itu, dalam aturan baru yang dikeluarkan Kementerian PMK Nomor 49 Tahun 2023 juga mengatur batasan pemberian bagi menteri atau pejabat negara lain yang menjadi narasumber, moderator, pembawa acara, dan panitia.
Pada level menteri, disebut hanya bisa menerima honor maksimal Rp 1,7 juta.