Jakarta, mataberita.net — Idul Fitri sebagai momentum untuk saling bergandengan tangan ini lebih dari sekadar tradisi, tetapi simbol kuat dari persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Bergandengan tangan melambangkan saling memaafkan, menguatkan hubungan yang sempat renggang dan menjalin kembali silaturahmi. Sebab, Idul Fitri mengajarkan bahwa sesama manusia adalah saudara. Demikian inilah yang dituturkan oleh Wakil Kepala (Waka) Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang.

Hal yang dituturkan oleh Nanik S. Deyang ini sudah ada didalam Firman Allah SWT pada QS. Al Hujurat ayat 10. “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara …”. Harus memahami benar makna Idul Fitri. Saat Idul Fitri itu kaya dan miskin saling berkunjung. Perbedaan status, jabatan, dan latar belakang melebur. Ini diaplikasikan dalam sebuah tradisi seperti halal bihalal dan silaturahmi ke keluarga dan masyarakat. Tentunya menjadi simbol bahwa semua ‘bergandengan tangan’ sebagai satu umat.

Makna ini bisa diwujudkan melalui saling memaafkan dengan tulus, berbagi melalui zakat dan sedekah, mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat serta membantu yang membutuhkan. Ini menciptakan keharmonisan sosial dan rasa aman serta nyaman di masyarakat. Oleh karenanya Para Wakil Kepala Badan diantaranya Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya pada Bidang Operasional Pemenuhan Gizi dan Letjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung pada Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan diwakilkan oleh Nanik S. Deyang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

“Semoga di Hari Raya yang Fitri ini, kita semua saling memaafkan, saling mendoakan dan saling bergandengan tangan untuk selalu memberikan yang terbaik untuk negeri tercinta, Indonesia,” tutur Waka BGN.
KLIK JUGA : Siemens Healthineers’ Full Trust in Supporting Hermina is Realized through Value Partnership Collaboration




