Home Daerah Nasional Internasional Ekonomi Infografis Sastra Science Olahraga Otomotif Teknologi Mataberita TV
Info Terkini : PT. Mata Digital Internasional, www.mataberita.net, independent dalam berita | PT. Mata Digital Internasional melalui website www.mataberita.net melayani Jasa Produksi dan Penayangan Film, Company Profile, Dokumenter, Talkshow, Monolog dan TVC | Selain itu juga melayani Management Artis, Penyanyi, Chef, Aktor, Aktris, Band dan lainnya | Kami juga melayani Konsultasi Hukum, Manajemen, Broadcasting dan lainnya | Ditambah pula melayani Pelatihan Berbagai Bahasa diantaranya Inggris, Indonesia, Jerman, Korea, Jepang, Mandarin, Arab dan sebagainya | Tak ketinggalan pun melayani Pelatihan atau Diklat Jurnalistik, Bahasa, Broadcasting, Public Speaking, Design, Desain Grafis, Editing, IT, Hukum dan sebagainya | Nah... Kami juga menjual berbagai produk makanan dan minuman seperti Pempek Palembang, Kue Semprong, Thai Tea, Green Tea, Espresso, Cappucino, Americano dan masih banyak lagi | Yang suka berbusana Batik khas Pekalongan juga bisa memesan ke Kami yaaa... | Alami kendala Kompor Gasnya juga bisa dilayani oleh Kami | So kunjungi terus website kami di www.mataberita.net | Upz sampai lupa deh, hubungi Kami bisa ke (021) 89229850 atau bisa datang ke Jl. Kav. H. Umar II no 319, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi yaaa...| Kami juga melayani by seluler WhatsApp dengan menugaskan PIC Ayu Yulia Yang di 08567971900 | Percayakan Kami sebagai Mitra, Partner dan Relasi Anda...

Fadhil Hasan Ungkap Sejumlah Potensi Kerugian Ekonomi RI Buntut Tarif Baru Produk Ekspor Indonesia ke AS

Foto : Fadhil Hasan Ungkap Sejumlah Potensi Kerugian Ekonomi RI Buntut Tarif Baru Produk Ekspor Indonesia ke AS

Jakarta, mataberita.net — Ekonom senior INDEF, M. Fadhil Hasan mengungkap sejumlah potensi kerugian ekonomi RI buntut penetapan tarif baru produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 32 persen yang akan berlaku pekan ini.

Fadhil mengungkap bahwa jumlah ekspor Indonesia ke AS selama ini berada di angka 10,5 persen dari keseluruhan ekspor. Meski jumlahnya cukup besar, namun tak lebih besar dibanding negara ASEAN lain seperti Vietnam dan Thailand.

“Saya kira sekitar 10,5 persen atau 10,3 persen sell daripada ekspor Indonesia ke Amerika itu, dari total ekspor Indonesia itu. Jadi cukup besar ya,” ujar Fadhil dalam diskusi daring, pada Jumat (04/04/2025).

Fadhil menilai dampak tarif resiprokal atau timbal balik yang ditetapkan AS hanya akan berdampak moderat terhadap perdagangan RI. Dampak terutama akan terasa terhadap sejumlah produk ekspor RI ke AS.

Sejumlah produk itu misalnya tekstil, garmen, minyak sawit, hingga alas kaki. Tetapi, dampak tersebut tidak hanya akan diterima Indonesia, namun juga negara-negara lain.

“Bahkan mungkin bagi Vietnam atau Malaysia itu akan menghadapi level tarif yang lebih tinggi dibanding Indonesia,” ucap Fadhil.

BACA JUGA : Garuda Indonesia Luncurkan Livery Khusus Pikachu

Meski begitu, Fadhil mewanti-wanti pemerintah untuk segera melakukan antisipasi. Sebab, meski dari sisi nilai ekspor hanya 10,5 atau 10,3 persen, namun surplus perdangan dengan AS cukup besar mencapai USD16,8 miliar.

“Jadi, walaupun dari sisi pangsa ekspornya itu sekitar 10,3 persen tapi dari sisi trade itu surplus paling besar dari Amerika,” beber dia.

Selain itu, Fadhil mengungkap bahwa kenaikan tarif resiprokal juga bisa berdampak terhadap depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, termasuk kenaikan barang-barang impor RI di AS.

“Kita tahu bahwa dengan adanya kebijakan ini maka produk yang dijual di Amerika itu kan semakin mahal ya, harganya. Dan itu kemudian memberikan tekanan terhadap inflasi tentunya,” ungkap Fadhil.

“Jadi saya kira dampaknya kalau terjadi depresiasi nilai tukar rupiah itu spill over nya itu ke mana-mana. Kepada hutang. Kepada fiskal dan seterusnya. Jadi selain dampak dagang tapi dampak terhadap depresiasi nilai tukar rupiah itu juga perlu kita antisipasi begitu,” pungkasnya.

Leave a Reply