Tangerang, mataberita.net — Cita – cita Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly yang disampaikan saat melantik Staf Ahli, Staf Khusus, Dirjen dan Irjen pun terwujud. Baru saja dia meresmikan Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin). Poltekpin merupakan gabungan dari dua sekolah kedinasan yang ada di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Yaitu Politeknik Imigrasi (Poltekim) dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip). Penggabungan dua Politeknik tersebut merupakan bentuk efisiensi dalam manajemen dan operasional bidang pendidikan di lingkungan Kemenkumham.
“Pagi tadi, saya meresmikan Politeknik Pengayoman Indonesia di Kampus Poltekpin Tangerang. Poltekpin adalah penggabungan dari Politeknik Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim). Penggabungan kedua politeknik tersebut direkomendasi oleh BPK-RI Tahun 2021 untuk mendorong efektifitas dan efisiensi pengelolaan sekolah kedinasan Kementerian Hukum dan HAM tersebut. Saat ini ada dua jurusan program Studi Poltekpin, yaitu Prodi Pemasyarakatan dan Prodi Imigrasi. Kedepan diharapkan dapat dikembangkan Prodi Kekayaan Intelektual, Prodi Pembentukan Regulasi, Prodi Administrasi Hukum Umum,” ungkap Yasonna pada Kamis (08/08/2024).
BACA JUGA : Yukz Tanya : Aplikasi Poligami dalam Poligini dan Poliandri Lagi Ngetren, Dibenarkan?
Menkumham mengatakan. Poltekpin merupakan solusi inovatif dalam menciptakan sistem hukum dan HAM yang lebih baik, lebih humanis dan lebih berdaya guna. “Restrukturisasi kelembagaan dengan menggabungkan Poltekip dan Poltekim menjadi Poltekpin adalah langkah strategis untuk menjadikan pendidikan vokasi di bidang Pemasyarakatan dan Imigrasi lebih terarah dan terintegrasi,” ujar Menkumham, saat memberikan sambutan di Auditorium Prof. Dr. Muladi, Tangerang.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi, lanjut Menkumham, Poltekpin memiliki tanggung jawab untuk melahirkan tunas muda Pengayoman sebagai sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, dan profesional. Taruna/taruni dididik dengan ketajaman akademis, berpikir kritis, memiliki integritas dan kepedulian terhadap HAM, membuat Poltekpin hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas dalam bidang hukum dan HAM. “Saya percaya melalui pendidikan yang berkualitas, akan mampu membentuk karakter dan moralitas,” katanya.

“Sehingga dapat menciptakan perubahan yang positif dalam kehidupan bermasyarakat, dan membangun budaya hukum yang kuat,” tutur Menkumham. Selain jurusan Pemasyarakatan dan Imigrasi, Politekpin direncanakan akan diperkaya dengan jurusan dan prodi baru seperti Kekayaan Intelektual, Pembentukan Regulasi, Administrasi Hukum Umum dan Hak Asasi Manusia. Penambahan program baru tersebut diharapkan mampu menjadi sumber rekrutmen dan peningkatan kompetensi sekaligus mengembangkan talenta-talenta terbaik di lingkungan Kemenkumham.

“Mari kita wujudkan Poltekpin sebagai lembaga pendidikan yang terdepan, yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan nilai nilai keadilan, kemanusiaan, dan menjadi pengayom,” tutup Menkumham. Acara Peresmian Poltekpin tersebut juga sekaligus meresmikan gedung Rektorat A bernama Prof. Yasonna Laoly, S.H., M.Sc sebagai salah satu legacy dalam masa kepemimpinan Menkumham selama dua periode, Ground Breaking Gedung Rektorat B Poltekpin, peragaan Pakaian Dinas Taruna Poltekpin dan penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan Mars, Hymne, dan Logo Poltekpin.

Poltekpin adalah bukti nyata dari komitmen Kemenkumham untuk menciptakan masa depan di bidang Hukum dan HAM yang cerah melalui pendidikan yang bermutu. Turut hadir pada acara tersebut yakni Anggota I BPK-RI Nyoman Adhi Suryadnyana, yang mewakili Mendikbudristek, mewakili Menpan RB dan Jajaran Pimti Madya dan Pratama Kementerian Hukum dan HAM.