Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan memperkuat kompetensi para petugas yang berada di garis depan pelayanan publik.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Lapas Batam bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar sosialisasi mengenai budaya pelayanan prima yang diikuti oleh petugas layanan kunjungan, layanan terpadu, layanan integrasi, serta unit pelayanan publik lainnya.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ismail Saleh Lapas Batam itu dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Anto Eka Purwadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelayanan yang profesional, cepat, ramah, dan transparan merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Anto juga mengingatkan bahwa Lapas Batam telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2024. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pelayanan harus terus dilakukan agar standar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga dan semakin baik dari waktu ke waktu.
Baca Juga :
Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan : Tidak Ada Toleransi bagi Petugas Pemasyarakatan yang Melanggar Aturan
Dalam sosialisasi tersebut, tim dari BRI memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek pelayanan prima, mulai dari pentingnya membangun kesan pertama yang positif, teknik komunikasi yang efektif, cara menangani keluhan masyarakat secara profesional, hingga penerapan budaya pelayanan yang humanis melalui prinsip 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Tak hanya menerima materi, para peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif untuk membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi saat melayani masyarakat. Berbagai pengalaman di lapangan menjadi bahan evaluasi bersama guna mencari solusi dalam meningkatkan mutu pelayanan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Batam berharap seluruh petugas pelayanan publik semakin siap memberikan layanan yang cepat, responsif, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung reformasi birokrasi serta memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju wilayah birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani.




