Amerika, mataberita.net — Perang yang terjadi antara Amerika melawan Iran adalah urusan bisnis, bukan agama. Amerika dinilai sebisa mungkin mengatur geopolitiknya melalui peperangan. Ini sama halnya seperti dilakukan ke Venezuela dan China. Sehingga seharusnya tidak ada ikut campur Indonesia yang notabene seolah perang Iran melawan Indonesia.
Ini disampaikan oleh Gema Goeyardi yang merupakan Master of Time Trading. “Perang ini adalah Amerika melawan Iran. Bukan Iran melawan Indonesia. Jadi kalau kita itu Warga Negara Indonesia, bukan Warga Negara Iran, harusnya lu tidak perlu terlalu drama banget. Marah – marah tidak jelas. Komen yang tidak – tidak di konten yang sebelumnya,” ucapnya.
“Padahal di konten ini menjelaskan sebenarnya perang antara Amerika dengan Iran itu sama dengan perang Amerika melawan Venezuela, Amerika ancam Greenland, perang Amerika melawan China. Ini urusan bisnis. Urusan minyak. Ini tidak ada urusan perang agama. Amerika don’t give up tentang agama,” terang Master of Time Trading.
Sambung Gema, tampak Amerika itu memang tak peduli hal demikian, yang dipedulikan adalah mengatur geopolitiknya. Melakukan skakmat untuk China. Yang mana dilakukan agar China tidak dapat bergerak kemana – mana. “Iran diserang. Selat Hormuz ditutup. Supply ke China berkurang. Yang penting konsen ke Indonesia saja. Ini berpengaruh ke ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
“Sebab ini tidak ada hubungan ke agama. Ketika berbicara tirani dan sebagainya itu tidak nyambung. I don’t care. Penindasan atau apa. Iran bukan negara gua.,” terus Gema. Dia lantas menyarankan agar siapa saja Warga Negara Indonesia focus saja pada sejarah dan situasi kondisi negara Indonesia. Mending lu fokus ke Indonesia saja, sejarahnya,” ujarnya.
Tonton Video Lengkapnya : Perang Amerika Melawan Iran Perang Bisnis Bukan Perang agama
“Jangan sejarah negara luar. Lu harus lebih ngerti negara sendiri. Sehingga Indonesia lebih aman dan sejahtera. Kalau seandainya perang ini menyebabkan supply chain di China itu terputus, urusan ekspor impor itu bermasalah. Ekonomi Indonesia akan terganggu. Itu yang harus lu pikiri. Lu lebih baik belajar baik – baik sejarah Indonesia daripada urusi sejarah negara Iran,” sambung Gema.
Goeyardi menerangkan lagi. Bahwasanya pihaknya kaget ketika membaca komen akan konten yang dibuatnya. “Gua kaget banget disini. Banyak banget yang komen seakan – akan ngerti banget negara Iran itu kaya bagaimana. Ngerti banget people of Iran itu bagaimana. Sedangkan lu akan negara kita sendiri, pahlawan kita siapa saja tidak ngerti.
“Dan sejarah negara Indonesia kaya bagaimana lu tidak ngerti. Yang lu tahu adalah urusi korupsi MBG dan seterusnya. Gua tahu Indonesia banyak kasus. Tetapi setidaknya lu lebih baik harus lebih ngerti negara Indonesia ketimbang negara orang,” tukas Master of Time Trading itu. Perlu diketahui, betapa sangat krusialnya Selat Hormuz.
Hal ini dikarenakan 20 persen pasokan minyak dunia terancam terlebih mencapai 20 juta barel/hari. Selanjutnya juga merupakan bagian dalam 20 persen konsumsi minyak global dan jalur energi paling vital di dunia.




