Jakarta, mataberita.net — Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka mendorong Menteri Perdagangan Budi Santoso segera merespons tarif baru untuk semua impor yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
AS menetapkan tarif timbal balik sebesar 32 persen terhadap Indonesia dalam kebijakan baru tersebut. Indonesia masuk daftar negara ke 10 berkontribusi terhadap defisit perdagangan Amerika.
“Mohon segera ada respon, khususnya dari Menteri Perdagangan, strategi apa yang sudah disiapkan hadapi tarif timbal balik Amerika,” tutur Rieke dalam keterangan tertulis, pada Jumat (04/04/2025).
“Perang Dagang Trump akan melahirkan efek domino. Tarif masuk barang naik, harga beli konsumen naik, daya beli menurun. Jika daya beli konsumen Amerika menurun permintaan ke Indonesia pasti menurun. Permintaan menurun, produksi Indonesia menurun,” ujarnya.
Rieke meminta pemerintah mewaspadai kebijakan tarif baru Trump ini terhadap industri nasional. Ia juga mewanti-wanti badai pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah perang dagang ini mencuat.
“Waspadai dampaknya terhadap industri nasional, termasuk gelombang PHK. Pengangguran meningkat sejak akhir tahun 2024 hingga Maret 2025. PHK memengaruhi daya beli rakyat. Pastinya berimbas pada ‘anomali’ deflasi dan resiko fiskal Indonesia terutama kuartal IV 2025,” ujarnya.
BACA JUGA : Garuda Indonesia Luncurkan Livery Khusus Pikachu
Ria menerangkan penerapan skema contraflow itu dilakukan lantaran mulai terjadi peningkatan volume lalu lintas arah Jakarta di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Lebih lanjut, Jasa Marga mengimbau kepada para pengguna jalan tol untuk tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara.
“Mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol. Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan,” tutur Ria.