Jakarta, mataberita.net — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal tahun perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis (02/01/2024). Sementara, mata uang Garuda melemah pada perdagangan pasar spot. Pukul 09.02 WIB, IHSG bergerak di posisi 7.119,23 atau tumbuh 39,33 poin (0,56 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 7.079,90. Sebanyak 237 saham melaju di zona hijau dan 118 saham di zona merah. Sedangkan 213 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 449,42 miliar dengan volume 1,62 juta saham.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan. IHSG diperkirakan akan menguji kembali zona resisten 7.105-7.143 karena penutupan hariannya masih berada diatas garis SMA-5. Adanya penembusan diatas level 7.143 akan membuka jalan menuju 7.216 sebagai resisten berikutnya. “Level support IHSG berada di 6.931, 6.875, 6.800, dan 6.738, sementara level resistennya di 7.143, 7.216, dan 7.297. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata dia dalam proyeksinya, pada Kamis (02/01/2024).
Kemudian, bursa kawasan Asia bergerak bervariasi, dengan Strait Times turun 0,06 persen (1,19 poin) di level 3.786,41, Shanghai Composite turun 0,48 persen (16,12 poin) di level 3.335,64. Sementara, Nikkei 225 turun 0,96 persen (386,62 poin) ke level 38.894,54, dan Hang Seng turun 1,72 persen (344,2 poin) ke level 19.715,75. Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir data Bloomberg, pukul 09.27 WIB rupiah berada pada level Rp 16.252 per dollar AS atau melemah 120 poin (0,74 persen) dibanding penutupan kemarin Rp 16.132 per dollar AS.
BACA JUGA : Yukz Tanya : Pernikahan Beda Agama Dianggap Tradisi Biasa, Boleh Kan?
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan. Pada pembukaan perdagangan pasar 2025 ini, Indeks dollar pagi ini berada di level tertinggi dalam 2 tahun di kisaran 108,55. Penguatan dollar AS ini banyak dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global di 2025 ini. Terdapat kekhawatiran tekanan dari kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump yakni perang, suku bunga AS yang tidak turun lagi, dan pelambatan ekonomi China. Hal tersebut mendorong pasar masuk ke aset aman di dollar AS, sehingga dollar menguat.
Namun demikian, Ariston menuturkan. Pagi ini beberapa nilai tukar regional seperti SGD, THB, PHP, KRW, bergerak menguat. Hal ini bisa berarti di awal tahun pasar masuk lagi membeli mata uang local. Tak lain untuk keperluan bisnis yang memerlukan mata yang lokal. Dengan demikia, ada peluang rupiah menguat hari ini. “Potensi penguatan ke arah 16.080, dengan potensi resisten di kisaran 16.150,” ungkap dia menutup.